Denpasar (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Bali Inspektur Jenderal Polisi Daniel Adityajaya menyatakan bahwa masyarakat harus menjadi prioritas utama dari setiap pelayanan yang dilakukan Polri.
"Sejalan dengan tema peringatan hari Bhayangkara Ke-79 tahun ini, yaitu Polri untuk Masyarakat, Polda Bali terus berkomitmen untuk menjadikan masyarakat sebagai orientasi atau penerima manfaat dari setiap tindakan kepolisian yang dilakukan," kata Daniel saat peringatan HUT Ke-79 Bhayangkara di Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar, Bali, Selasa.
Sebagai bagian dari masyarakat, kata Daniel, Polri tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Polda Bali terus melakukan evaluasi dan transformasi untuk menjawab dinamika tantangan tugas dan harapan masyarakat terhadap Polri.
Hal itu sebagai bagian dari tekad Polri, yaitu mendukung pelaksanaan program-program pemerintah, memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, dan sekaligus sebagai sarana meningkatkan kepedulian kebersamaan dan sinergi dengan unsur TNI, instansi, lembaga terkait, pemerintah daerah, dan juga seluruh elemen masyarakat.
Daniel mengatakan sebagai lembaga negara yang diberikan mandat untuk menjaga dan memelihara kamtibmas, Polri, khususnya Polda Bali, siap melaksanakan dan mendukung sepenuhnya terwujudnya cita-cita bangsa Indonesia melalui program-program yang dicanangkan pemerintah, yaitu program Astacita.
"Sebagai bentuk dukungan Polda Bali terhadap program Astacita, Polda Bali telah mewujudkan pembangunan dua unit SPPG, yaitu SPPG Polda Bali dan SPPG Polres Jembrana," katanya.
Dalam rencananya, selanjutnya akan ada beberapa SPPG lagi yang akan dibangun
Di samping itu, Poda Bali juga turut mendukung program ketahanan pangan dengan melaksanakan program penanaman jagung serentak hingga pekarangan pangan lestari pada seluruh jajaran.
Di bidang reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba, dengan instansi dan lembaga terkait, Polda Bali telah membentuk desk pencegahan tidak pidana korupsi, desk pemberantasan tidak pidana narkoba, desk pemberantasan judi online, dan yang terbaru adalah desk pemberantasan premanisme.
Kapolda menyatakan saat ini pihaknya berada pada era yang penuh dengan kompleksitas dan perubahan yang serba dinamis, mulai dari perkembangan teknologi, krisis ekonomi, hingga tantangan global seperti krisis geopolitik dan isu-isu di tingkat nasional maupun lokal Bali yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan gangguan kampus dan masyarakat.
Berbagai tantangan tersebut harus disikapi secara arif dan bijaksana melalui peningkatan kapasitas, profesionalitas, dan adaptasi terhadap perubahan-perubahan yang terjadi.
Sebagai garda terdepan dalam memberikan perlindungan, pengayoman masyarakat, Polda Bali tidak dapat bekerja sendiri.
"Semoga Polda Bali dapat semakin profesional dan dicintai masyarakat," ujarnya.
