"Kami adalah pendatang baru dalam bisnis penjaminan kredit di jasa konstruksi sehingga hanya menyasar proyek yang dananya berasal dari APBD," kata Direktur PT JMB I Ketut Indra Satya Dharma Putra, di Denpasar, Kamis.
Pihaknya memilih tidak mengincar proyek besar yang didanai oleh APBN karena biasanya sudah dipegang oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Jasindo dan terbaru Jamkrido.
Perusahaan milik negara itu sudah lama menjadi penjamin untuk proyek besar yang berada di wilayah Pulau Dewata. "Kami masih bermain di lingkup daerah dengan menunjuk agen dari Bali untuk mendapatkan proyek di daerah itu. Selain itu supaya perputaran uang tidak ke luar dari Pulau Dewata," ujarnya.
Dia menjelaskan, sejak meluncurkan produk untuk penjaminan kredi jasa konstruksi hanya dalam waktu beberapa pekan sudah ada 20 perusahan yang menerbitkan "surety bond" dari sekitar 100 yang mengajukan. (IGT)
Editor : I Gusti Ketut Agung Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.