Denpasar (Antara Bali) - Anggota Komisi I DPRD Bali Ni Made Sumiati menyatakan Kabupaten Karangasem masih tergolong daerah miskin, terbukti kantong gelandangan dan pengimis (gepeng) di Bali berasal dari daerah itu.

"Kami melihat gepeng yang berkeliaran di Kota Denpasar maupun kabupaten lainnya, sebagian besar berasal dari Kabupaten Karangasem," kata Ni Made Sumiati di Renon, Denpasar, Selasa.

Pada rapat pelaporan hasil reses anggota dewan itu, ia mengatakan, selama sepekan anggota dewan turun ke masing-masing desa guna meninjau langsung dan mendapatkan masukan dari masyarakat.

"Masih banyak warga Dusun Muntigunung, Kecamatan Kubu yang menjadi gepeng di kota-kota, untuk itu kami mohon maaf karena menganggu keamanan dan ketertiban," kata politisi PDI-P ini.

Ia mengatakan, pihaknya akan mengusulkan kepada pemerintah agar mencarikan jalan keluar terhadap persoalan seperti itu, sehingga ke depannya warga tersebut tidak menjadi pengemis dan gelandangan lagi.

"Kita akan mengusulkan kepada pemerintah, supaya warga tersebut diberikan pelatihan dan sosialisasi serta diarahkan pada pemberdayaan masyarakat," katanya.

Sumiati mengatakan, pemerintah sejak lama melakukan penanganan persoalan gepeng, seperti pemulangan ke tempat asalnya, akan tetapi selang beberapa harinya mereka muncul lagi di perkotaan.

"Kita berharap pemerintah secara serius melakukan penanganan soal gepeng. Karena tidak bisa hanya dengan langkah pemulangan ke daerah asal saja, tetapi harus dilakukan upaya pemberdayaan masyarakat," katanya.

Sementara anggota DPRD lainnya Made Sudana mengatakan, ada beberapa desa yang hingga kini belum mendapatkan perhatian dari Pemerintah Tabanan.

"Saya sangat sayangkan pemerintah kabupaten sampai ada yang tidak memeperhatikan wilayahnya. Dengan keadaan seperti ini kami akan mencatat dan mohon juga kepada Ketua DPRD untuk membahasnya pada rapat berikutnya," kata Sudana.

Ketua DPRD Bali Anak Agung Oka Ratmadi menyatakan, hasil dari reses tersebut akan dilakukan evaluasi dalam rapat berikutnya.

"Kalau soal pembangunan infrastruktur misalnya, kita upayakan untuk menganggarkan pada anggaran perubahan tahun ini," kata Oka Ratmadi.(*)



: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026