"Sudah 1.000-an produk dapat sertifikasi halal. Tapi, secara persentase, itu baru 1 persen," kata Wakil Direktur LPPOM MUI Kepri Khaeruddin Nasution kepada ANTARA di Batam, Senin.
Kesadaran pemilik usaha konsumsi untuk mendapatkan sertifikasi halal sangat kecil. Karena itu MUI terus melakukan rangkaian sosialisasi. MUI, kata dia, juga mempermudah pengurusan sertifikat halal.
"Kami tidak pernah mempersulit sertifikasi halal. Kalau ada yang belum halal, kami bimbing agar menjadi halal," kata dia.
Misalnya ada rumah makan yang belum halal, kata dia mencontohkan, maka MUI akan merekomendasikan mengubah bahan bakunya agar menjadi halal. (*/DWA)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.