Denpasar (Antara Bali) - Pemerintah melakukan berbagai upaya promosi untuk memperluas ekspor ke pasar non tradisional seperti wilayah Timur Tengah yang mengalami peningkatan setiap tahunnya.

"Kebijakan untuk peningkatan pasar itu semuanya kewenangan pemerintah pusat. Sepengetahuan kami saat ini lebih memfokuskan ke pasar tradisional, seperti negara di Timur Tengah," Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, I Made Swastika, di Denpasar, Senin.

Menurut dia, perluasan pasar tersebut dilakukan karena pasar tujuan utama ekspor khususnya dari Bali saat ini sedang lesu, yakni kawasan Eropa dan Amerika Serikat.

Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan atau merambah pasar ekspor baru ada dengan berbagai bentuk
promosi, seperti mengikuti pameran, misi dagang dan memajang berbagai produk di kantor perwakilan Pemerintah Indonesia.

Swastika menambahkan bahwa peluang pasar baru masih terus terbuka terutama untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Selatan. "Khusus kawasan Timur Tengah, ada beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor barang dari Bali, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Kuwait dan Iran," ujarnya.

Realisasi ekspor produk dari Pulau Dewata ke beberapa negara itu terus meningkat setiap tahunnya. "Realisasi ekspor berbagai barang dari Bali adalah ke Uni Emirat Arab dengan nilai 2,36 juta dolar AS pada 2012 yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yakni 1,97 juta dolar AS," ucapnya. (IGT)



: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026