"Sasaran vasektomi 2010 diharapkan bisa melebihi dari realisasi pencapaian 2009 sebanyak 5.544 orang," kata Kepala Seksi Advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) BKKBN Provinsi Bali, I Nyoman Sumiarta di Denpasar Jumat.
Ia mengatakan, pihaknya akan mendorong sebanyak mungkin pria melakukan vasektomi dalam tahun 2010, sebagai upaya meraih kembali kesuksesan KB sistem banjar di Pulau Dewata.
Sasaran program "pria ber-KB" diharapkan bisa tercapai, mengingat telah mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Wakil Bupati Bangli I Made Gianyar yang menjadi akseptor KB pria, setelah menjalani medis operasi pria (MOP).
Contoh dan ketauladanan seorang wakil bupati Bangli itu diharapkan mampu mendorong kesadaran ratusan ribu pria-pria lainnya di Bali dalam menyukseskan program KB, sehingga tidak lagi menyerahkan urusan KB begitu saja kepada sang istri.
Nyoman Sumiarta yang mengendalikan mobil unit pelayanan KB keliling itu menjelaskan, Wabup Made Gianyar bersama 26 akseptor KB pria di Bangli mengawali pencapaian akseptor KB pria di Bali yang pelayanan vasektominya dilakukan di atas mobil unit pelayanan kerjasama BKKBN dengan RSUP Sanglah Denpasar.
"Pejabat dan tokoh-tokoh masyarakat di kabupaten/kota lainnya di Bali diharapkan juga mempunyai kesadaran yang tinggi dalam menyukseskan program KB, sekaligus mengatur kelahiran dan mengendalikan pertumbuhan penduduk," ujar Sumiarta.
Wabup Made Gianyar, suami dari Ni Luh Putu Erik Wiriyani mengaku keikutsertaannya sebagai akseptor KB pria atas kesadaran sendiri, bukan atas dorongan istrinya yang menjabat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB kabupaten Bangli.
"Saya mengikuti vasektomi karena dorongan hati nurani. Saya sejak dulu sebenarnya menjadi akseptor KB dengan menggunakan kondom, meskipun untuk mendapatkan alat kontrasepsi itu membelinya dengan sedikit malu-malu," tuturnya.
Program KB Pria menurut Sumiarta, sebagai upaya menyeimbangkan pelaksanaan program KB dan kesetaraan gender.
Akseptor KB pria di Bali selama ini tercatat 15.783 orang dari seluruh akseptor yang tercatat 470.050 orang. Sementara pasangan usia subur di Bali tercatat sebanyak 708.501 pasangan.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.