Kuta (Antara Bali) - Menteri Lingkungan Hidup Prof Dr Balthasar Kambuaya menginginkan agar implementasi "Catur Brata Penyepian" atau empat pantangan dalam Hari Raya Nyepi bisa dilakukan di daerah lain karena berkontribusi besar terhadap upaya pengendalian pencemaran lingkungan.
     
"Kalau yang seperti itu (Nyepi) dibuat di tempat lain, kita akan mendapat keuntungan besar kaitannya dengan lingkungan, pencemaran udara dan lingkungan bisa diminimalkan," ujar Balthasar Kambuaya, di Kuta, Kamis.
     
Empat pantangan yang dilakukan saat Nyepi di antaranya "Amati Geni" atau tidak menyalakan api dan listrik, "Amati Lelanguan" atau tidak bersenang-senang, "Amati Lelungan" atau tidak bepergian, dan "Amati Karya" atau tidak bekerja yang dinilai sangat relevan dalam upaya pencegahan pencemaran lingkungan.
     
"Itu akan sangat menguntungkan kita dalam upaya pengendalian pencemaran seperti komitmen pemerintah 26 persen dalam penurunan emisi gas rumah kaca," katanya.
     
Meski demikian, melakukan hal yang sama seperti Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1935 yang baru saja dirayakan Umat Hindu pada Selasa (12/2) tidaklah mudah di lakukan di daerah lain karena hal itu menyangkut kesanggupan pemerintah daerah dan kesadaran masyarakat.

Mantan Rektor Universitas Cendrawasih, Jayapura itu menyatakan bahwa beberapa implementasi yang mewakili salah satu pantangan tersebut sudah mulai dilakukan di beberapa daerah namun pihaknya perlu mengkampanyekan dan mendorong lebih luas upaya pencegahan pencemaran lingkungan seperti hari bebas kendaraan, hari tanpa listrik, atau hari tanpa nasi. (DWA)



: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026