"Saat ini jumlah kelahiran anjing lebih cepat dari kegiatan eliminasi dan vaksinasi. Itulah sebabnya, angka anjing yang belum divaksin juga sangat besar dan diperkirakan lebih dari 40 persen," kata PDHI Cabang Bali I Gusti Ngurah Kadek Mahardika di Denpasar, Jumat.
Ia mengatakan populasi anjing di Bali saat ini mencapai 350 ribu ekor termasuk anjing liar dan anjing yang diperjualbelikan di pasar-pasar dan di pinggir-pinggir jalan.
Dari jumlah itu, kata dia, ada sekitar 150 ribu betina produktif dan rata-rata melahirkan dua kali setahun. Biasanya induk anjing betina rata-rata melahirkan empat sampai enam ekor per sekali lahir.
Untuk 150 ribu ekor betina bila melahirkan rata-rata empat ekor dalam setahun maka hasilnya bisa mencapai 600 ribu ekor per tahun.
"Bila kegiatan eliminasi terus dilakukan maka minimal hanya mengurangi setengah dari jumlah tersebut. Itulah sebabnya jumlah anjing di Bali tidak akan berkurang dari 350 ribu ekor per tahun," ucapnya.
Menurut Mahadika, jumlah populasi anjing di Bali yang belum divaksin meningkat akibat dari kesadaran masyarakat yang belum maksimal. (LHS/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026