"Kami duga kuat itik yang berjumlah 190 ekor ini, mengidap virus flu burung varian baru yang saat ini sedang mewabah. Saat tertangkap, 50 ekor diantaranya mati," kata Penanggungjawab Karantina Gilimanuk, drh. Nyoman Budhiarta kepada wartawan.
Sementara Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk, Kompol Made Prihenjagat mengatakan, untuk mengelabuhi petugas, paruh ratusan itik tersebut diikat dengan karet gelang agar tidak ribut.
"Namun saat melintas di pos pemeriksaan, anggota kami curiga karena mendengar suara berisik dari pick up yang diatasnya memuat hasil bumi tersebut," katanya.
Saat petugas membongkar hasil bumi, terlihat beberapa kotak bambu yang berisi ratusan itik yang belakangan diketahui milik Sum, warga Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Seperti pengungkapan penyelundupan unggas yang sebelumnya, Budhiarta menegaskan, pihaknya akan memusnahkan itik-itik ini.(GBI)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.