"Memang moratorium itu mempersempit peluang kerja anak didik kami sebagai PNS. Namun kami mendorong mereka agar bisa menciptakan lapangan kerja sendiri," kata Rektor Undiksha Prof Nyoman Sudiana di Singaraja, Senin.
Perguruan tinggi negeri di wilayah Bali utara itu selama ini mencetak banyak tenaga pendidik. Sudah tidak terhitung lagi lulusan Undiksha yang dulunya bernama Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Singaraja itu yang menjadi guru berstatus PNS.
"Harus diakui kebutuhan akan tenaga pendidik secara nasional masih sangat besar untuk mengisian beberapa sekolah, baik di Bali maupun di daerah lain," kata Sudiana.
Ia juga mendorong lulusan Undiksha untuk memanfaatkan peluang yang ada. "Kebijakan moratorium itu memang memberikan dampak. Namun khusus untuk guru dan tenaga kesehatan masih ada yang membutuhkan," katanya.
Sebelumnya Rektor Undiksha melepas 878 wisudawan, mulai dari D-3, S-1, hingga S-2. Dari jumlah itu terdapat delapan orang mendapat predikat kelulusan terbaik. (MDE/M038/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.