"Membaca beberapa parameter dinamika atmosfer saat ini, kita perlu waspada dengan potensi cuaca ekstrem," kata Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Prof Dr Thomas Djamaluddin di Jakarta, Minggu.
Saat ini, papar dia, indeks monsoon Australia berkecenderungan meningkat, artinya angin Baratan menguat. Indeks monsoon ini cenderung naik sampai akhir Februari.
"Indeks monsoon yang cenderung naik itu juga berarti ada potensi terjadinya angin kencang yang juga diperkuat dengan pembentukan daerah tekanan rendah di Lautan Hindia. Saat ini wilayah Jawa hingga NTB berpotensi mengalami angin kencang sampai kecepatan 80 km per jam," katanya.
MJO (Madden Julian Oscillation) yang mengindikasikan aktivitas pembentukan awan konventif juga menguat sampai akhir Februari, artinya liputan awan ini berpotensi menyebabkan kenaikan curah hujan di wilayah Indonesia.
"Aktivitas MJO juga terkait dengan pembentukan daerah tekanan rendah di sekitar Indonesia yang sekaligus juga meningkatkan potensi terbentuknya badai tropis di Selatan Indonesia, yang berarti juga memicu angin kencang di wilayah sekitarnya," katanya. (*/DWA/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.