Mataram (Antara Bali) - Palang Merah Indonesia Nusa Tenggara Barat akan terus berupaya mengampanyekan donor darah sebagai gaya hidup, terutama di kalangan generasi muda, dalam upaya mengatasi kekurangan stok darah yang hingga Minggu masih terjadi di daerah ini.

Ketua PMI NTB Haji Mesir Suryadi di Mataram mengatakan bahwa kebutuhan darah setiap bulan mencapai rata-rata 3.000 kantong, sedangkan persediaan darah setiap bulannya sebanyak 1.500 kantong.

Oleh karena itu, pihaknya menggalakkan kampanye donor darah sebagai gaya hidup.

"Kalau kita bisa mewujudkan donor darah sebagai gaya hidup di kalangan generasi muda, persoalan kekurangan stok darah bisa diatasi. Yang menjadi sasaran kampanye adalah pelajar, mahasiswa, organisasi pemuda, dan organisasi kemasyarakatan lainnya," katanya.

Ia mengatakan bahwa donor darah merupakan perbuatan mulia karena satu kantong darah dari seorang pendonor dapat menyelamatkan tiga nyawa. Satu kantong darah itu dapat dipecah menjadi tiga komponen, yaitu sel darah merah, plasma, dan trombosit.

Menurut Mesir, belum banyak masyarakat yang menyadari bahwa dengan mendonorkan darah bisa mendapatkan cukup banyak manfaat bagi kesehatan dan juga dampak psikologis yang sangat positif, yaitu telah menyumbangkan sesuatu yang sederhana namun sangaat berharga untuk menyelamatkan nyawa orang lain.

Hingga kini, kata dia, stok darah yang tersedia sebagain besar disumbangkan donor sukarela, dan sisanya dari donor pengganti, yaitu mereka yang mendonor saat anggota keluarganya mengalami kesulitan. (LHS)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026