Denpasar (ANTARA) - Bank Mandiri Regional XI Bali dan Nusa Tenggara menggandeng sejumlah nasabah guna melakukan aksi sosial donor darah untuk mendukung ketersediaan darah dan menggerakkan semangat gotong royong.

“Kami hadirkan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” kata CEO Bank Mandiri Region XI Alexander Jonathan Patty di Denpasar, Jumat.

Pihaknya melibatkan 280 pendonor mencakup manajemen, pegawai dan nasabah, serta masyarakat umum.

Bekerja sama dengan tenaga medis yang berasal dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Ngoerah Denpasar, aksi sosial itu diharapkan memenuhi kebutuhan darah kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sebelum diambil darahnya, para pendonor melakukan registrasi, verifikasi identitas, serta pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis serta memastikan kesehatan dan kondisi tubuh dalam kondisi bugar.

Sejak pertama kali dilaksanakan pada April 2026, program sosial itu menghimpun lebih dari 7.000 kantong darah sekaligus memaknai hari jadi ke-28 secara nasional bank BUMN itu.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi yang dicapai perlu diiringi dengan berbagai inisiatif yang memberikan manfaat nyata dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat secara berkelanjutan.

Ia mengharapkan aksi sosial itu turut memperkuat budaya kepedulian sosial di lingkungan perusahaan dan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam membantu sesama, termasuk menyumbangkan darah untuk bakti sosial.

“Karena itu, kami terus mendorong berbagai program keberlanjutan yang tidak hanya memperkuat kinerja perusahaan, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang positif bagi masyarakat di wilayah Bali,” katanya.

Kantong darah yang terkumpul dalam aksi sosial itu, diharapkan menambah stok darah di Bali.

Berdasarkan data Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali per Jumat, pukul 12.00 Wita, stok darah packed red cell (PRC) dalam kondisi terbatas, yaitu golongan darah A tujuh kantong, B (6), O (6), dan AB (10).



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026