"Menurut kami, pembentukan tim ini dinilai penting karena pesta demokrasi lima tahunan itu rawan pelanggaran," kata Arteria Dahlan, anggota Tim Advokasi Hukum dan HAM DPP PDIP di Denpasar, Sabtu.
Ia mengatakan kegiatan pilkada memang belum mulai, namun sudah terjadi dugaan pelanggaran.
Arteria menyebut ada ratusan dugaan pelanggaran yang membutuhkan perhatian khusus berbagai pihak terkait.
"Ada 113 dugaan pelanggaran yang dilakukan bakal calon. Namun kami mengingatkan kader partai berlambang Banteng moncong putih tidak melakukan pelanggaran tersebut," katanya.
Arteria berharap Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dapat bekerja maksimal. Pihaknya pun akan bekerja mengidentifikasi dugaan-dugaan pelanggaran yang dilakukan bakal calon.
Menurut dia, Pilkada Bali menjadi perhatian khusus DPP PDIP. Sebab Bali adalah basis PDIP, ia berharap kemenangan dapat diraih.
"Kenapa kami turun ke Bali, tentu untuk memastikan kemenangan. Kami tidak mau ada kemenangan melalui perbuatan tidak patut atau tercela," kata Arteria yang didampingi Wakil Ketua DPD PDIP Bali Nyoman Gede Sudiantara.
"Ketum (Megawati Soekarnoputri) berpesan agar kita menang terhormat dan bermartabat. Kita sudah lakukan itu di Jakarta. Begitu menang, tiga hari pasca pilkada, Fauzi Bowo tidak melakukan keberatan. Bali kami harapkan begitu," ujarnya.
Pesan lain yang disampaikan Megawati, kata dia, adalah agar apa yang dilakukan kader PDIP Bali untuk meraih kemenangan kandidat yang diusungnya yaitu Paket Anak Agung Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (PAS).
"Mari menangkan paket PAS. Karena setiap tetes keringat kita adalah kemenangan," kata Arteria. (LHS/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.