"Saya lihat ada pertarungan `head to head` antara KBM (Koalisi Bali Mandara yang di dalamnya terdapat sejumlah parpol) sebagai pengusung Pastika-Sudikerta dengan pasangan calon dari PDIP. Saya lihat kekuatannya cukup berimbang," katanya di Denpasar, Minggu.
Menurut dia, walaupun KBM diperkuat sembilan parpol dengan mengusung Pastika sebagai gubernur petahana, PDIP juga memiliki pemilih tradisional yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
"Jumlah pemilih tradisional PDIP sekitar 30 persen. Mereka ini memilih bukan didasarkan melihat siapa yang diusung, pokoknya merah ya akan dipilih," kata dosesn Universitas Warmadewa itu.
Jika melihat hasil Pilkada Bali pada 2008 yang saat itu kandidat dari PDIP (Pastika-Puspayoga) berhasil meraup satu juta suara atau sekitar 55 persen, maka menurut dia, sekitar 600 hingga 650 ribu suara disumbangkan oleh partai berlambang banteng gemuk dalam lingkaran itu, sedangkan sisanya atas pertimbangan kualitas Pastika.
"Kompetisi dalam pilkada kali ini akan menjadi seru karena akan terjadi pertarungan antara partai, figur, dan soliditas kader di dalam menghidupkan mesin parpol," ujarnya.
KBM merupakan gabungan dari Partai Demokrat, Golkar, Hanura, PAN, Gerindra, PNBKI, PKPB, PKPI, dan Pakar Pangan. Walaupun perolehan suara partai yang tergabung dalam koalisi itu pada Pemilu 2009 di atas 54 persen, bukan berarti pula akan mudah untuk menang dalam pilkada. (LHS/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.