"Banyak tetangga saya yang berangkat ke Denpasar atau daerah lainnya, untuk bekerja sebagai buruh bangunan," kata Karyono, salah seorang warga yang menggantungkan hidupnya dari laut.
Menurut Karyono, meskipun paceklik ikan saat ini baru berlangsung sekitar tiga bulan, namun dampak ekonomi yang dirasakan nelayan lebih hebat dibandingkan saat dua tahun paceklik ikan beberapa waktu lalu.
"Waktu paceklik hampir dua tahun, sebelumnya hasil tangkapan nelayan sangat banyak sehingga sempat menabung. Saat ini, belum sempat menabung, sudah paceklik lagi sehingga sangat terasa," ujarnya.
Pantauan di Desa Pengambengan yang merupakan sentra perikanan tangkap di Kabupaten Jembrana, suasana Pelabuhan Perikanan Nusantara tampak sepi.(GBI)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.