"Kami tetap menyiagakan lima alat berat yang didukung tiga tim, satu tim ada sepuluh orang untuk membersihkan pantai setiap hari," kata Kepala DKP Badung, Eka Mertawan di Kuta, Kabupaten Badung, Jumat.
Menurut dia, selain dukungan para petugas kebersihan, pembersihan sampah kiriman juga dibantu masyarakat seperti pengelola hotel dan restoran yang beroperasi di sepanjang pantai dan pedagang setempat.
Dia mengatakan bahwa memasuki cuaca hujan saat ini, rata-rata sampah kiriman yang berhasil diangkut petugas mencapai hingga 100 truk per hari atau setara dengan 300 ton per hari karena sampahnya berat dan basah.
Banyaknya sampah kiriman yang diperkirakan datang dari luar Pulau Dewata itu membuat kawasan wisata internasional itu terlihat kotor dan mengganggu pemandangan dna kenyamanan wisatawan.
"Kalau diperkenankan, mungkin sampah tersebut bisa di bersihkan ditengah laut dengan menggunakan kapal sewaan, kemudian langsung di bawa ke Pelabuhan Benoa kemdudian dibuang ke tempat pembanguan akhir yang ada di Suwung," ucap Eka.
Hal itu dinilainya lebih efektif jika dibandingkan membuat jaring di tengah laut yang membahayakan bagi nelayan dan menghambat wisatawan yang akan berselancar.(DWA)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.