Negara (Antara Bali) - Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU), ada 21 titik wilayah pesisir yang terancam abrasi dan membahayakan warga yang tinggal di sekitarnya.

"Kami data, dari Kecamatan Pekutatan di ujung timur hingga Kecamatan Melaya di ujung Barat, ada 15 titik wilayah pesisir yang saat ini dilanda abrasi," kata Kepala Dinas PU Jembrana Gusti Putu Mertadana, Kamis.

Menurut Mertadana, secara teoritis, penanganan abrasi harus dilakukan serentak tidak bisa sepotong-sepotong.

Ia mengungkapkan, abrasi ibaratnya sebuah balon yang ketika ditekan satu sisi, akan menggelembung disisi lainnya.

"Terkait abrasi, satu wilayah dibangun senderan pemecah ombak, abrasi akan menggerus wilayah sekitarnya yang belum dibuat senderan," ujarnya.

Namun untuk penanganan abrasi secara menyeluruh tersebut, Mertadana mengakui, sulit dilakukan bahkan mustahil mengingat anggaran pemerintah yang terbatas.(GBI/IGT)


Editor : Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026