"Kami data, dari Kecamatan Pekutatan di ujung timur hingga Kecamatan Melaya di ujung Barat, ada 15 titik wilayah pesisir yang saat ini dilanda abrasi," kata Kepala Dinas PU Jembrana Gusti Putu Mertadana, Kamis.
Menurut Mertadana, secara teoritis, penanganan abrasi harus dilakukan serentak tidak bisa sepotong-sepotong.
Ia mengungkapkan, abrasi ibaratnya sebuah balon yang ketika ditekan satu sisi, akan menggelembung disisi lainnya.
"Terkait abrasi, satu wilayah dibangun senderan pemecah ombak, abrasi akan menggerus wilayah sekitarnya yang belum dibuat senderan," ujarnya.
Namun untuk penanganan abrasi secara menyeluruh tersebut, Mertadana mengakui, sulit dilakukan bahkan mustahil mengingat anggaran pemerintah yang terbatas.(GBI/IGT)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.