"Kami mampu membukukan laba bersih di atas target yang ditetapkan, meskipun penyertaan modal dari pemerintah daerah belum turun seluruhnya," kata Direktur Utama BPR Buleleng 45 Putu Sudiarta di Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Senin.
Menurut dia, pada 2006 Pemkab Buleleng berencana menyuntik modal BPR tersebut senilai Rp15 miliar. Namun hingga saat ini baru terealisasi Rp9,318 miliar.
"Sehingga masih tersisa sekitar Rp5 miliar. Dana itu sangat kami perlukan untuk meningkatkan kinerja BPR," kata Sudiarta.
Ia menyebutkan bahwa selama 2012, pihaknya mengelola aset senilai Rp36,875. Dari jumlah aset itu, BPR Buleleng mampu membukukan laba sebelum pajak senilai Rp1,058 miliar.(MDE/M038)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.