Kedua mahasiswa asal Indonesia itu selama setahun ini harus mendalami Bahasa Rusia di Rostov State University untuk dapat melanjutkan studi di Kota Ufa, yang di musim dingin suhunya mencapai minus 30.
Sekretaris I Pensosbud KBRI Moskow, Lailal K. Yuniarti kepada ANTARA London, Senin mengatakan Hani dan Hans tidak sendiri di kota yang berada di bagian Timur Rusia ini, bersama mereka juga ada empat mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di jurusan perminyakan di universitas yang sama.
Yusuf Premanandi dan Rumario Moses Agustyn mahasiswa tahun kedua dan ketiga serta Rangga Permana, lulusan ITI Serpong dan Cindy Dianita lulusan teknik kimia UI, mahasiswa program master tahun pertama menjadi satu-satunya mahasiswi Indonesia yang mempelajari jaringan pipa minyak dan gas.
Menurut mereka, kuliah di Rusia merupakan kesempatan yang luar biasa. Tidak saja belajar mengenai perminyakan tapi juga kesempatan emas untuk mengenal negara besar seperti Rusia dengan semua potensinya. (*/M038/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.