Selain tembang berbahasa Bali, kidung sebagai sarana doa dan puja-puji Tuhan sejak pagi hingga siang juga menggunakan bahasa Indonesia yang dibawakan kelompok paduan suara.
Alunan tembang yang merdu dan syahdu dalam dua bahasa itu terdengar silih berganti dikumandangkan dari dalam ruang gereja berarsitektur perpaduan antara tradisional Bali dan bangunan gereja Eropa, khususnya Romawi kuno.
Tembang dwi etnik itu menjadi tambah bergema dengan tampilnya koor paduan suara anak-anak Torsisius yang bersatu-padu dengan senandung para peserta misa Natal.
Tampilnya koor anak-anak selain menambah gema alunan tembang, juga menjadikan suasana lebih semarak perayaan Natal di salah satu gereja tua yang beberapa kali pernah mengalami renovasi.
Misa Natal yang dipimpin Paulus Payong SPD dibantu Romo Martin SPD dan diikuti ribuan umat nasrani dari desa-desa di sekitar Kecamatan Kuta Utara, berlangsung secara khusuk dan khidmat. (IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.