"Sampai sekarang kawasan pantai ini masih terbebas dari sampah kiriman yang biasanya setiap tahun selalu memenuhi tempat tujuan wisata itu," kata pria yang akrab disapa Mr Turtle itu di Kuta, Selasa.
Sampah yang mengotori pantai hanyalah dari wisatawan yang melancong ke kawasan tersebut. Jumlahnya tidaklah sebanyak sampah kiriman, yakni 12 meter kubik.
Volume yang ada saat ini jauh dibandingkan ketika datang kiriman sampah. Jumlahnya bisa mencapai 60 ton setiap harinya sehingga harus diangkut oleh puluhan sampai ratusan truk pengangkut sampah.
"Namun kami perhatikan sampai sekarang belum ada sampah kiriman padahal saat ini sudah masuk musim penghujan. Berdasarkan informasi dari BMKG kemungkinan tidak adanya sampah tersebut karena perubahan cuaca atau iklim yang diperkirakan mundur," ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Badung Putu Eka Merthawan mengatakan, walaupun saat ini Pantai Kuta masih belum ada sampah kiriman namun hal tersebut selalu diperhatikan dengan melakukan berbagai upaya antisipasi. "Caranya adalah dengan melakukan sinergi dengan para pengelola pantai. Selain itu sepenuhnya kami mendukung setiap upaya pembersihan pantai ini mulai dari partisipasi, sosialisasi dan peralatannya," ujarnya.(IGT)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.