Hal tersebut disampaikan Bupati Jembrana I Putu Artha saat menghadiri peluncuran tahapan Pilkada Bali di Taman Kesenian Bung Karno di Negara, Sabtu (8/12) malam.
"Pilkada DKI Jakarta bisa berakhir dengan demokratis, meskipun sempat diwarnai isu-isu yang potensial memecah belah persatuan masyarakat. Hal itu harus dijadikan contoh dalam Pilkada Bali," kata Artha.
Ia melihat, Pilkada DKI Jakarta merupakan fenomena tumbuhnya sikap demokrasi yang lebih dewasa di kalangan elit politik maupun masyarakat.
Meski demikian, Artha mengingatkan, proses hajatan demokrasi yang damai juga dipengaruhi oleh penyelenggaran pemilu dalam hal ini KPU.
"Karena itu saya minta KPU Jembrana, dalam menyelenggarakan Pilkada Bali harus bersifat netral, independen, profesional dan taat hukum. Jalankan tugas konstitusi dengan bertanggungjawab," ujarnya. (GBI/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.