Negara (Antara Bali) - Ambruknya Dermaga Movable Bridge (MB) II Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menyebabkan antrean panjang kendaraan yang hendak masuk ke Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Selasa (4/12) malam hingga Rabu dini hari.
"Karena salah satu dermaga di Ketapang ambruk, kami hanya mengoperasikan lima dari enam dermaga yang ada di Pelabuhan Gilimanuk, menyesuaikan dengan kondisi di Pelabuhan Ketapang," kata Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Gilimanuk, Wahyudi Susianto saat dikonfirmasi wartawan.
Ia mengatakan, antrean cukup panjang hingga sekitar dua kilometer dari pelabuhan terjadi, karena pada malam hingga dini hari jumlah kendaraan yang menyeberang ke Pelabuhan Ketapang lebih banyak.
"Tapi menjelang siang antrean tidak ada lagi, karena jumlah kendaraan yang menyeberang khususnya kendaraan besar juga menurun," ujar Wahyudi.
Sementara Kepala Cabang PT ASDP Indonesia Ferry di Pelabuhan Ketapang, Suwarno mengatakan, dermaga yang dibangun tahun 1997 itu ambruk karena terlalu sering dilalui kendaraan berat dengan muatan melebihi tonase. (GBI/IGT/T007)
"Karena salah satu dermaga di Ketapang ambruk, kami hanya mengoperasikan lima dari enam dermaga yang ada di Pelabuhan Gilimanuk, menyesuaikan dengan kondisi di Pelabuhan Ketapang," kata Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Gilimanuk, Wahyudi Susianto saat dikonfirmasi wartawan.
Ia mengatakan, antrean cukup panjang hingga sekitar dua kilometer dari pelabuhan terjadi, karena pada malam hingga dini hari jumlah kendaraan yang menyeberang ke Pelabuhan Ketapang lebih banyak.
"Tapi menjelang siang antrean tidak ada lagi, karena jumlah kendaraan yang menyeberang khususnya kendaraan besar juga menurun," ujar Wahyudi.
Sementara Kepala Cabang PT ASDP Indonesia Ferry di Pelabuhan Ketapang, Suwarno mengatakan, dermaga yang dibangun tahun 1997 itu ambruk karena terlalu sering dilalui kendaraan berat dengan muatan melebihi tonase. (GBI/IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026