Denpasar (Antara Bali) - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Denpasar bekerja sama dengan Universitas Udayana melakukan pemetaan status kerusakan tanah untuk mengetahui produksi biomassa di sekitar wilayah ibu kota Provinsi Bali itu.

"Pemetaan yang dilakukan di Kecamatan Denpasar Barat dan Utara itu guna menyediakan data terkait kondisi dan status kerusakan lahan serta luasan maupun penyebarannya," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pemulihan Lingkungan BLH Kota Denpasar, I Wayan Nesakusuma, Kamis.

Pemetaan tersebut pertama kali dilakukan, hasilnya akan dimasukkan dalam peta mengenai kondisi dan status kerusakan tanah.

Menurut dia, apabila terdapat data secara akurat tentang kerusakan tanah di wilayah tersebut maka lebih mudah pihaknya membuat program pemulihan untuk kawasan tersebut.

Sementara itu, AAI Kesumadewi daru Fakultas Pertanian Unud mengatakan, potensi kerusakan tanah di kedua kecamatan tersebut tingkatannya tergolong rendah, namun juga ada di beberapa kawasan sudah terbilang sedang.

"Secara umum kerusakan tanah di dua kecamatan itu termasuk rendah, meski ada beberapa tempat potensi kerusakannya sedang," ujarnya. (IGT/T007)



Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026