Denpasar (Antara Bali) - Pemerintah Kota Denpasar berkeinginan untuk mengembangkan kawasan Desa Serangan menjadi wisata terpadu mengingat desa kecil itu memiliki potensi dan lokasi yang strategis.
     
"Arahnya memang ada kesana tetapi masih melihat potensinya dulu karena kita berharap berkelanjutan," kata Wakil Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jayanegara, di Desa Serangan, Denpasar, Sabtu.
     
Menurut dia anggapan bahwa desa yang dahulu merupakan sebuah pulau kecil dan kini telah menyatu dengan daratan Denpasar itu sebagai desa tertinggal tidak sepenuhnya demikian, mengingat banyak potensi dan kearifan lokal yang dimiliki.
     
Di desa seluas sekitar 200 hektare itu telah banyak dikembangkan menjadi daya tarik wisata dan pendidikan seperti dengan adanya kawasan konservasi penyu, penyelamatan terumbu karang, daerah penghasil rumput laut hingga wisata spiritual dengan Pura Sakenan yang berada di desa tersebut.
     
"Di sini berbeda dengan Sanur, disana banyak hotel dan penginapan kalau di Serangan lebih cocok wisata alam," katanya.
     
Selain wisata alam, spiritual, dan wisata edukasi, desa yang dikelilingi laut dan hutan bakau itu kini juga menjadi salah satu tujuan wisata air.
     
Ketut Honda, seorang pengelola wisata air di Desa Serangan mengaku potensi alam di desa tersebut tidak kalah jika dibandingkan Sanur atau Tanjung Benoa di Kabupaten Badung, dimana sebagian besar wisata air di kawasan Denpasar Selatan terpusat di dua wilayah itu.
     
"Karakteristik laut di sini tidak mengenal pasang surut, sehingga sangat cocok untuk wisata air," katanya.

Selain itu lokasinya yang cukup dekat dengan Sanur dan sekitar 20 menit dari Kuta menjadikan desa tersebut banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. (DWA/T007)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026