"Targetnya, tahun ini Jatim memiliki 740 ribu kantong darah yang dihitung dari dua persen jumlah penduduk. Sampai sekarang, sudah terkumpul 696 ribu dari 600 ribu yang dibutuhkan," ujar Ketua PMI Jatim Imam Utomo kepada wartawan di sela penyerahan bus donor dari PT. MPM ke PMI Jatim di Surabaya, Selasa.
Kelebihan kantong darah yang dimiliki Jatim akan diserahkan ke PMI Pusat di Jakarta untuk diserahkan ke beberapa daerah membutuhkan. Seperti, Aceh, Nusa Tenggara, Papua, dan kawasan lainnya. Secara prosedural, PMI provinsi tidak bisa langsung menyerahkan, tapi harus melalui pusat.
Menurut dia, kelebihan kantong darah di Jatim tidak lepas dari program bus PMI yang digagas Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla. Keberadaan bus, dinilai sangat membantu mendapatkan donor darah dari masyarakat di tempat umum. Ditambah lagi gerai-gerai PMI di beberapa mal dan kampus di Jatim.
"Yang harus diperhatikan, ke depan perlu dipikirkan pembinaan para donor darah rutin. Mulai dari 3 bulan sekali, 6 bulan sekali, atau setahun sekali. Ini agar PMI tidak lagi kesulitan mencari donor darah jika sewaktu-waktu dibutuhkan," katanya.
Hanya saja, berlebihnya kantong darah di PMI Jatim tidak diimbangi peralatan memadai. Imam mengatakan, saat ini PMI Jatim masih membutuhkan peralatan pemecah trombosit untuk memindahkan trombosit kepada orang yang membutuhkan.
"Hanya PMI Surabaya yang memiliki alat ini. Rata-rata peralatan yang dimiliki unit-unit donor darah di kabupaten/kota masih menggunakan lama. Idealnya memang butuh peralatan yang lebih lengkap," tukas mantan Gubernur Jatim tersebut.(*/DWA)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.