Hal ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk meningkatkan tingkat pendidikan agar mayoritas tenaga kerja minimal lulus sekolah menengah atas (SMA), kata Muhaimin di Padang, Selasa.
Menurut dia, untuk menghadapi persaingan global saat ini dibutuhkan keterampilan yang memadai agar bisa bersaing di dunia kerja. "Jika tidak maka dapat dipastikan industri dari negara lain akan berkembang dan kita hanya menjadi pengkonsumsi," katanya.
Untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia, pemerintah telah mengalokasikan dana pendidikan di APBN mencapai 20 persen.
Minimal setiap tahun dialokasikan anggaran sebesar Rp200 triliun yang dikucurkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan guna mendorong lahirnya SDM yang berkualitas.
Selain itu, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menggelar sejumlah pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan tenaga kerja. (LHS/IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.