"Namun dana tersebut tidak hanya digunakan untuk pembangunan baru atau revitalisasi TPA saja, akan tetapi juga membiayai pengangkutan sampah dan lainnya," kata Direktur Jenderal Cipta Karya, Kementerian PU, Budi Yuwono, di sela-sela acara Asian-Pasifik Landfill Symposium (APLAS) di Denpasar, Senin.
Menurut dia, masalah pengakutan sampah masih menjadi kendala karena kapasitas sampah yang terangkut masih di bawah target yakni baru 45 persen. Sedangkan target kapasitas seharusnya 75 persen.
Kondisi itulah yang membuat masih terlihat cukup banyak di sungai yang ada di seluruh wilayah Tanah Air. "Mengenai pembangunan TPA sebanyak 250 unit itu ditarget selama lima tahun. Sampai saat ini masih terus berlangsung pelaksanaannya," ucapnya.
Budi mengatakan, kouta untuk pembangunan baru adalah 40 persen sedangkan revitalisasi TPA sebanyak 60 persen dari target sebanyak 250 unit.
Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, program tersebut telah ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) nasional."250 TPA baru dibangun atapun yang direvitalisasi itu harus rampung sampai akhir 2014," ujarnya.(IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.