"Hingga saat ini laporan warga korban gigitan anjing mencapai 140 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr Luh Putu Sri Armini, M.Kes di Denpasar, Rabu.
Dari jumlah itu, setelah pihaknya melakukan tindakan observasi terhadap pasien dan uji klinis, diketahui dua orang diantaranya dinyatakan positif, namun secara pengujian di laboratorium pusat belum diketahui hasilnya.
Meski secara uji laboratorium kedua pasien belum dinyatakan positif virus, katanya, namun hal itu tetap menjadi perhatian jajarannya untuk terus melakukan langkah antisipasi.
"Sosialisasi penanganan penyakit rabies terus kami lakukan hingga ke tingkat bawah agar masyarakat semakin tahu bagaimana tindakan yang dilakukan jika terkena gigitan anjing yang diduga rabies," tambah Armini didampingi Kepala Bidang Bina Pencegahan dan Pemeberantasan Penyakit P2P, dr IB Gede Ekaputra.
Diakui Armini, pemkot berkomitmen kuat dalam penanganan penyakir rabies. Hal itu dibuktikan dengan dukungan anggaran APBD untuk penanggulangan penyakit mematikan ini.
"Kami telah keluarkan anggaran sekitar Rp400 juta lebih, sebagian besar untuk pengadaan vaksin antirabies VAR bagi masyarakat yang terkena gigitan anjing," sebut Armini.
Selebihnya, dana itu dimanfaatkan untuk kegiatan sosialisasi di semua kecamatan bersama kader-kader kesehatan di masing-masing banjar atau desa dibantu petugas kesehatan setempat.
Dana tersebut kata Armini, bersumber dari dana pos tak tersangka APBD 2009 yang diharapkan dapat mendukung kegiatan pemberantasan dan penanggulangan panyakit rabies.
Meski pemerintah pusat dan provinsi secara bertahap telah menyumbang vaksin antirabies untuk manusia yang jumlahnya mencapai 1.200 buah VAR dan belakangan bertambah 1.800 buah VAR. Namun jumlah itu belumlah cukup untuk mengatasi kebutuhan vaksin di Denpasar.
Hanya saja VAR tersebut tidak semata diberikan kepada masyarakat Denpasar, pada kenyataanya juga diperuntukkan untuk penanganan pasien lain seperti dari RSUP Sanglah, Denpasar.
Karena rabies telah dinyatakan penyakit menular dan perlu diwaspadai, Pemkot Denpasar akan terus berupaya untuk membantu warganya yang terkena rabies termasuk pengadaan VAR dengan dukungan dana yang ada.
Penanganan penyakit rabies ini, kata Armini, membutuhkan dana cukup besar. Ia menyebut, setidaknya untuk seorang pasien terkena gigitan anjing menghabiskan anggaran hingga Rp800 ribu. Anggaran sebesar itu dipakai pemberian vaksin seharga Rp125 ribu ditambah biaya suntikan vaksin lainnya.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.