"Memasuki dunia global, ada dunia keras, material, dan individual. Tidak boleh realitas ini diabaikan dan tidak direspon," katanya di Denpasar, Jumat.
Ia pun menyampaikan, bahwa budaya yang progresif dan dinamis di era global selalu bersisi ganda, sehingga tidak selalu sejalan dengan keharmonisan dan keserasian seperti yang diamanatkan filosofi Pancasila maupun di Bali ada Tri Hita Karana.
"Pada prinsipnya, untuk mengimbangi ormas militan harus diimbangi ketegasan negara dalam menata aturan kenegaraan. Ketegasan didasarkan pada dasar hukum. Kekerasan jangan dilawan kekerasan karena nanti justru akan jadi bentrok," ujarnya.
Terkait dengan keberanian berbuat tegas pada ormas militan yang bertindak kekerasan, Geriya mengharapkan berbagai pihak dapat bersinergi, mulai dari jajaran birokrasi, akademisi hingga tokoh-tokoh masyarakat.
Geriya menyarankan lebih baik memediasi ormas-ormas yang beraliran keras jangan sampai bertindak kebablasan. Bagaimanapun juga, menurut dia, keberadaan organisasi adalah amanat kebebasan berserikat yang telah kreatif merespon eksistensi dan peluang.(LHS/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.