"Ketiga tokoh tersebut berjasa pada Bangsa Indonesia karena turut berkontribusi dalam merumuskan UUD 1945," kata AM Fatwa, ketua panitia penyelenggara seminar "Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, dan Abdul Kahar Muzakkir, bersama Bung Karno dalam Penyusunan UUD 1945" di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis.
Hadir pada seminar tersebut di antaranya, Wakil Ketua MPR RI Melani Leimena Suharli, Ketua DPD RI Irman Gusman, dan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.
AM Fatwa menjelaskan, tiga nama yang diusulkan merupakan anggota Badan Penyelidikan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Sembilan, sekaligus pimpinan Muhammadiyah.
Selain itu, kata dia, Kahar Muzakkir juga berada di Mesir selama 12 tahun dan memperkenalkan Indonesia pada para pemimpin di negara tersebut. "PP Muhammadiyah mengusulkan agar negara mencatat dan memberikan gelar pahlawan nasional kepada ketiga tokoh tersebut," katanya.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin pada kesempatan tersebut mengajak generasi muda Bangsa Indonesia untuk menghargai sejarah, salah satunya dengan mengetahui dan memahami jasa para pahlawan.
Para pahlawan, menurut dia, secara fisik sudah wafat tapi perjuangan dan jasanya kepada Bangsa Indonesia tetap hidup dan tidak bisa dihilangkan. "Kami mengajak generasi muda Bangsa Indonesia untuk menghargai jasa para pahlawan," katanya.(*/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.