"Kami menyampaikan ucapan mohon maaf lahir dan bathin, mudah-mudahan kita dapat lebih akrab dan rukun," katanya di Denpasar, Sabtu.
Menurut dia, dengan kerukunan umat beragama menjadi dasar yang kuat untuk membangun Bali menjadi lebih damai dan sejahtera (santhi lan jagadhita).
"Bali bagaimana pun, selama ini telah dibangun atas dasar kerukunan. Terlebih umat Islam di Bali dengan umat Hindu sudah akrab dari zaman dulu," ucapnya yang juga Ketua Yayasan Dwijendra itu.
Pulau Dewata, lanjut dia, selama ini telah menjadi contoh yang baik mengenai kerukunan umat beragama di Nusantara. Itu semua menurut dia karena kerukunan dikelola secara terus-menerus, dan tidak karena desakan.
"Memang kerukunan di Bali lahir dari sanubari seluruh umat beragama," katanya.(LHS)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.