Denpasar (Antara Bali) - Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Denpasar memangkas dahan pohon guna mengantisipasi tumbang di musim hujan dan angin kencang.
"Beberapa pohon yang memang terlihat rentan tumbang maka bagian dahannya akan dikurangi dan batang kering dibersihkan supaya beban pohon menjadi ringan. Hal ini sudah dilakukan jauh hari sebelum musim hujan tiba sehingga kami berharap tidak ada pohon yang roboh sampai jatuh korban," kata Kepala DKP Kota Denpasar Ketut Wisada saat dihubungi ANTARA di Denpasar, Minggu.
Dia juga meminta kepada masyarakat untuk menginformasikan jika ada pohon yang memang rawan dan belum dijangkau pihak DKP sehingga dapat dilakukan pemangkasan.
"Tahun lalu setidaknya ada 20 pohon tumbang, khususnya pohon-pohon besar, seperti albesia dan sengon yang masih ada di seputaran Jalan Gatot Subroto Barat dan Jalan Puputan," ujar dia.
DKP juga melakukan koordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang mengerjakan pembersihan sungai serta memasang jaring-jaring penangkap sampah sehingga tidak menyumbat aliran sungai.
"Saat masih mendung saja, kami saling koordinasi untuk siap siaga," kata dia.
Delapan unit mobil pengangkut sampah dengan personel sekitar 48 orang siap diturunkan jika terjadi bencana. Tak hanya melakukan pembersihan sungai, di wilayah pantai yang merupakan daerah wisata dan seringkali mendapatkan sampah kiriman ketika musim hujan tiba juga akan diantisipasi untuk terus dipantau kebersihannya.
"Sampah kiriman bukan hanya plastik tapi juga batang pohon terkadang ikut terbawa dan untuk menyingkirkan perlu dipotong menjadi beberapa bagian terlebih dahulu agar bisa diangkut," kata dia.
Daerah rawan yang selalu mendapat langganan musibah banjir ketika musim hujan tiba di wilayah Denpasar bagian barat dan selatan yang memang merupakan daerah pembuangan sampah. Oleh karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai dan mengeluarkan sampah tepat waktu sehingga semuanya dapat diangkut oleh mobil pengangkut sampah.
"Masyarakat diharapkan mengeluarkan sampahnya pukul 17.00-19.00 sehingga malamnya bisa diangkut. Jika belum dapat diangkut pagi harinya akan diambil sisanya yang belum terangkut," papar Wisada.
Dalam hal ini, kerjasama dengan masyarakat sangat diharapkan. Apalagi sampai membuat tempat pembuangan sampah liar dan terus dibiarkan menumpuk hingga menimbulkan bau tak sedap. Pihaknya juga akan memberikan selebaran surat imbauan kepada masyarakat melalui banjar setempat untuk terus menjaga kebersihan lingkungannya agar bencana tahun lalu tidak terulang atau dapat diminimalisir," kata Wisada. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.