Denpasar (Antara Bali) - Pementasan tari pergaulan Joged Bumbung yang dibawakan Sanggar Seni Taksu Agung, Kabupaten Gianyar, mampu menghibur ratusan penonton yang memadati Kalangan Ayodya, Taman Budaya Denpasar.
     
Meskipun Joged Bumbung selama ini kerap diidentikkan dengan tari yang menjurus ke arah sensual, namun ratusan penonton sangat antusias menyaksikan gerak lincah para penari wanita yang diiringi seorang "pengibing" atau penonton yang ikut menari bersama.
     
"Joged Bumbung sebenarnya bukanlah tari yang menonjolkan kesan sensual tetapi seni dan hiburan. Hal itu tergantung reaksi antara penonton dan penari," kata koordinator sanggar seni tersebut, Anak Agung Gede Agung, di Denpasar, Kamis.
     
Dia mengatakan bahwa untuk menepis anggapan kesan porno pada tarian joged bumbung, pihaknya memberikan selalu pengarahan kepada para penari untuk membatasi gerak yang mengundang sensual.
     
Penamapilan tari joged itu juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Gianyar, yang dipantau langsung oleh I wayan Suwija, Kepala Bidang Kesenian dan Perfilman, Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar.
     
"Kami meminta semua koordinator seni tari joged di Gianyar untuk mematuhi etika, tampil sopan, dan mengedepankan estetika. Kami juga kerap turun ke lapangan guna memberikan pertimbangan dan pembinaan seni budaya atau Listibia," tambahnya.(DWA/T007)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026