Pada acara Indonesia-China Summit di Nusa Dua, Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar, Kamis malam, mengatakan, dengan adanya kuota itu sangat mendukung pengembangan bisnis maskapai penerbangan milik pemerintah itu.
"Dengan adanya alokasi ruangan sebanyak itu tidak hanya menguntungkan kami, namun juga bagi para pengguna jasa Garuda Indonesia karena bisa mengirimkan barangnya ke seluruh wilayah dunia," katanya.
Hal itu karena China Airlines merupakan perusahaan atau operator terbesar kedelapan di dunia yang memiliki jaringan terluas di dunia.
"Selain kerja sama di bidang kargo barang, kami juga bisa mentransfer penumpang ke Taipei dengan maskapai penerbangan dari negeri tirai bambu itu," ujarnya.
Emirsyah menjelaskan, pada 2011, Garuda Indonesia mencatat ada 35.700 penumpang dengan nilai tujuh juta dolar AS dari perjanjian berbagi penerbangan yang sama atau "code share". (IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.