"Sampai saat ini, pemerintah belum memberikan insentif yang diminta investor Kilang Balongan yakni Kuwait Petroleum Corporation," kata menteri di Jakarta, Kamis.
Perusahaan asal Kuwait yang akan bermitra dengan PT Pertamina (Persero) itu meminta sejumlah insentif agar proyek kilang menjadi ekonomis. Salah satu insentif yang diminta adalah pembebasan bea masuk impor seperti katalis.
Agus melanjutkan, pemerintah hanya merekomendasikan agar investor kilang menyelesaikan terlebih dahulu studi kelayakannya.
"Setelah selesai, baru kita bisa melihat insentif apa yang perlu diberikan agar investor yang menanamkan uangnya untuk proyek kilang dapat memperoleh 'return' yang wajar seperti yang diharapkan," katanya.
Dengan demikian, tambahnya, pemerintah tidak memberikan insentif kilang sebelum studi kelayakan diselesaikan.
Menurut dia, insentif kilang yang bisa diberikan antara lain berupa keringanan atau pembebasan bea masuk dan pajak penghasilan (PPh).(*/M038/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.