Jakarta (Antara Bali) - Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, untuk menciptakan konflik di tengah masyarakat yang majemuk sangat mudah jika melalui jalur agama.

Hal itu bisa ditempuh dengan mengatasnamakan demokrasi dan kebebasan dalam beragama dengan merusak prinsip-prinsip atau ajaran pokok agama dari umat bersangkutan, kata Menteri Agama Suryadharma Ali ketika menerima peserta "Follow Up Training" Penguatan Toleransi di Kalangan Tokoh Muda Lintas Agama di Jakarta, Kamis.

Kedatangan rombongan sebanyak 30 orang pemuda dari berbagai etnis, agama dan lembaga sosial tersebut yang dipimpin Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat berlangsung sekitar satu jam lebih.

Para peserta mendapat kesempatan berdialog dengan Menang yang saat itu didampingi Dirjen Bimas Kristen Saur Hasugian, Dirjen Bimas Buddha A. Joko Wuryanto, serta Ditjen Bimas Islam,  Abdul Jamil.

Menag Suryadharma Ali menjelaskan, secara umum kerukunan antarumat beragama di Indonesia tergolong baik. Suasananya pun aman, namun dalam perjalanannya ada kepentingan tertentu yang merusak kerukunan itu sendiri.(IGT)



: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026