"Anggaran sebesar itu kami rancang sudah termasuk pemilihan kepala daerah putaran pertama, putaran kedua, hingga antisipasi kemungkinan pemungutan suara ulang. Anggaran itu sudah disetujui oleh DPRD," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali I Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa di Denpasar, Jumat.
Ia menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara dalam diskusi dan sosialisasi "Proyeksi Pemilihan Gubernur Bali Tahun 2013" serangkaian peluncuran data pemilih "online" untuk pelaksanaan pemilihan tersebut.
"Memang terjadi peningkatan anggaran dibandingkan pelaksanaan Pilkada Bali 2008 yang saat itu menghabiskan sekitar Rp43,71 miliar," ucapnya.
Penyebab meningkatnya anggaran Pilkada 2013 adalah kenaikan honorarium panitia pemilihan kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS), kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), dan untuk petugas pemuktahiran data pemilih (PPDP), mengakomodasi calon perseorangan, dan kenaikan jumlah pemilih.
Ia menambahkan, pada pilkada sebelumnya tidak ada PPDP dan dengan struktur baru ini secara langsung akan menambah beban honor penyelenggara pilkada. (LHS/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.