Salah seorang wali murid, Selasa mempertanyakan kenapa buku yang ada stempel BOS dan stempel sekolah tersebut dijual.
"Kalau sudah dibiayai dari dana BOS, kan seharusnya murid tidak perlu bayar lagi," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Nasional Jembrana, Nengah Alit saat dikonfirmasi hal ini mengaku belum mengetahuinya.
"Saya akan cek dulu, tapi tidak bisa sekarang karena saya masih di Jakarta. Coba konfirmasi kepada Kabid Dikdas," katanya.
Kabid Dikdas Dinas Diknas Jembrana, Nyoman Wenten saat dikonfirmasi mengatakan, buku tersebut hanyalah kesalahan stempel saja.(GBI/IGT)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.