"Itu haknya pemerintah untuk menaikkan. Tentu kalau ada kenaikan, harus kompensasi-kompensasi yang diberikan kepada yang membutuhkan. Harus dilihat pula bahaya yang mungkin timbul dengan tidak dinaikkannya dan plus minusnya," kata Aldi Taher, di sela-sela menghadiri Rakerda II DPD Partai Golkar Bali, di Denpasar, Minggu.
Memang, ucap dia, sekarang beredar wacana akan ada bantuan langsung tunai (BLT) lagi yang diberikan pada rakyat sebagai bentuk kompensasi atas kenaikan harga BBM.
"Hanya saja untuk jangka panjang, efektifitas BLT itu harus dikaji. Kalaupun bentuknya BLT, bantuan semestinya langsung dikirimkan kepada orang yang menerima. Mereka masing-masing dibukakan 'account' (rekening) bank, jangan penyalurannya melalui birokrasi," ujarnya.
Kalau melalui birokrasi, kadang-kadang diperlukan ongkos yang dalam perjalanannya itu rentan terjadi penyimpangan. (LHS/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026