Jembrana, Bali (ANTARA) - Aparat Kepolisian Resor Jembrana, Bali memantau SPBU untuk memastikan stok BBM aman setelah ada perubahan harga.
"Setelah pemerintah menaikkan harga beberapa jenis BBM, kami melakukan patroli dan pengawasan di SPBU yang ada di wilayah hukum kami," kata Kapolsek Melaya Komisaris Polisi (Kompol) I Ketut Sukadana di Jembrana, Bali, Minggu.
Dia mengatakan, dari tiga SPBU yang ada di wilayahnya seluruhnya terpantau aman, baik dari sisi stok maupun kepatuhan terhadap perubahan harga.
Dari pengawasan yang pihaknya lakukan juga tidak menemukan penimbunan BBM, ataupun pembelian dengan menggunakan derigen dan drum yang menyalahi aturan.
Menurut dia, dari keterangan pengurus SPBU, stok berbagai jenis BBM mulai dari pertamax, pertalite, solar, pertamina dex hingga biosolar dalam jumlah yang memadai.
Di SPBU wilayah Melaya Pantai, kata dia, stok pertamax mencapai 1,7 ton, pertalite 14 ton, solar 21,6 ton dan pertadex 4 ton, sedangkan di SPBU Sumbersari stok biosolar 57,2 ton, pertalite 23,4 ton, pertamax 11,7 ton dan pertamina dex 1,9 ton.
Menurut dia, stok lumayan banyak juga terpantau di SPBU Tuwed dengan 12 ton biosolar, 6 ton pertalite, 2 ton pertamax dan 4 ton pertamina dex.
"Stok di masing-masing SPBU itu masih memadai untuk kebutuhan masyarakat. Secara umum dengan perubahan atau kenaikan harga beberapa jenis BBM yaitu pertamina dex, pertamax turbo dan dexlite, situasi di wilayah kami kondusif," katanya.
Pewarta: Rolandus Nampu/Gembong IsmadiEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026