"Ada sekitar 2.000 orang yang mengikuti acara ini karena selain dari peserta, ada banyak masyarakat umum yang juga berminat untuk mengikuti kegiatan ini," kata Pembina Festival United Line Dance (ULD) Tazbir di sela-sela acara yang digelar di Yogyakarta, Minggu.
Menurut dia, kegiatan "line dance" tersebut merupakan aktivitas komunitas yang baik karena mampu meningkatkan kesehatan masyarakat sehingga perlu didukung oleh semua pihak untuk pengembangannya di masa yang akan datang.
Dalam kegiatan yang didominasi oleh kaum hawa tersebut, seluruh peserta pun mengenakan rompi dari kain lurik dengan motif yang beragam. Kegiatan di depan Gedung Agung itu pun diberi tema "Jogja Joged Lirik Lurik".
"Kegiatan ini juga akan sangat mendukung pengembangan pariwisata di Yogyakarta karena kegiatan ini sudah dimulai sejak 17 Februari. Banyak peserta dari luar yang datang ke sejumlah obyek wisata yang ada di Yogyakarta," kata Tazbir yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata DIY itu.(*/T007)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.