"Berdasarkan data temuan kasus HIV/AIDS hingga Desember 2011, penularan melalui heteroseksual masih memegang posisi teratas sebanyak 4.129 kasus," kata Suprapta, di Denpasar, Minggu.
Ia menyampaikan, data kumulatif temuan kasus HIV/AIDS di Pulau Dewata dari 1987 hingga Desember 2011 yang terhimpun di KPA Bali tercatat secara keseluruhan berjumlah 5.639 kasus, dengan rincian 2.647 kasus AIDS dan 2.992 kasus HIV.
"Semenjak beberapa tahun terakhir memang penularan didominasi melalui heteroseksual. Sedangkan melalui hubungan seksual sesama jenis (homoseksual) sebanyak 222 kasus dan biseksual 13 kasus," ujarnya.
Kecenderungan penularan melalui pengguna narkoba (IDU), lanjut dia, kini menempati posisi kedua setelah heteroseksual yakni sejumlah 794 kasus. Sedangkan penularan dari orang tua ke anak (perinatal) sebanyak 161 kasus, tidak diketahui saluran penularannya (318 kasus) dan melalui tato sebanyak dua kasus.
"Semakin banyak kasus terungkap, itu bukan berarti buruk. Justru menunjukkan semua unit kegiatan penanganan HIV/AIDS di daerah kita telah berjalan dengan baik. Yang jelas, untuk kasus infeksi baru kami berusaha menekan seminimal mungkin," katanya.
Kasus HIV/AIDS, lanjut dia, yang selama ini diibaratkan sebagai fenomena gunung es dengan semakin banyak yang terungkap berarti juga memudahkan untuk melakukan penanganan dan pengobatan. Bukan dengan angka besar, KPA tidak bekerja.(LHS/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.