"Kuota sapi yang diperdagangkan pada tahun ini adalah sebesar 61.000 ekor sedangkan tahun lalu sebanyak 76.500 ekor," kata Kepala Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali I Putu Sumantra, di Denpasar, Kamis.
Dia mengatakan, pada 2011 lalu terjadi penambahan pasokan sapi yang diperjualbelikan antar daerah, sebab permintaan meningkat.
Peningkatan permintaan itu, lanjut Sumantra, terutama terjadi saat menjelang hari raya Lebaran dan pergantian tahun pada tahun tersebut.
"Kami menurunkan jumlah sapi yang diperdagangkan bertujuan untuk menstabilkan populasi ternak peliharaan tersebut," ujarnya.(IGT)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.