"Hal itu karena kota ini sejak awal tidak dirancang untuk membangun sistem transportasi massal yang layak sehingga kondisinya seperti sekarang, selalu padat," katanya di Denpasar, Sabtu.
Sekretaris Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Provinsi Bali itu menambahkan bahwa melihat kondisi seperti sekarang di Denpasar, maka sulit untuk membangun sistem angkutan umum yang ideal.
Menurut dia, di beberapa kota besar di luar negeri, seperti Curitiba, Brasil, sejak awal pembangunannya sudah merancang sistem angkutan umum yang layak bagi penduduknya.
Di kota tersebut, lanjut Suthanaya, sudah sejak dari awal merencanakan sistem angkutan umum massal berbasis jalan raya, seperti "bus rapid transit" (BRT) sehingga saat pertumbuhan penduduknya mencapai 1,5 juta jiwa mereka sudah memiliki sistem angkutan umum yang baik.
"Bandingkan dengan bus Sarbagita (Denpasar-Badung-Gianyar- Tabanan) yang jumlah penduduk sekitar 1,5 juta jiwa, baru memulai mencoba menerapkan sistem angkutan umum berbasis jalan, sedangkan kapasitas jalan yang sudah terbangun sangat terbatas," ujarnya.(**)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.