Pantauan di lokasi, Minggu, abrasi mulai mengikis jalan umum yang merupakan satu-satunya akses bagi Umat Hindu untuk melakukan upacara melasti.
Selain itu, beberapa rumah penduduk juga hancur karena terjangan ombak dan satu-satunya masjid di Dusun Tirtakusuma kini juga terancam roboh.
Ketua DPRD Jembrana, I Ketut Sugiasa yang sempat meninjau ke lokasi minta agar pemerintah pusat maupun provinsi memberikan perhatian terhadap abrasi ini.
"Penanganan abrasi menjadi wewenang pemerintah pusat dan provinsi, melihat kondisinya yang makin parah seharusnya abrasi di Candikusuma segera ditangani," katanya.
Sugiasa mengungkapkan, beberapa kali sudah ada survei petugas provinsi di lokasi tapi hingga saat ini belum ada tindak lanjut.
Ia memprediksi, jika dibiarkan sekitar satu tahun lagi, rumah penduduk akan makin banyak yang roboh dihantam abrasi.
"Saat kesana saya mendapatkan keluhan dari warga yang merasa ketakutan rumah mereka akan roboh dihantam abrasi," ujar Sugiasa.
Sebagai wakil rakyat, Sugiasa minta tidak ada penundaan lagi dari pemerintah yang memiliki wewenang untuk menangani abrasi di Candikusuma.
Beberapa tahun belakangan ini, banyak wilayah pantai di Kabupaten Jembrana yang dilanda abrasi cukup parah seperti Desa Cupel, Baluk Rening dan Candikusuma.(**)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.