Ketua Umum Majelis Sinode GPIB Markus Fritz Manuhutu di Sanur, Selasa mengatakan, kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 400 pendeta.
"Kami membahas berbagai tata cara pelayanan umat keagamaan dan pendirian rumah ibadah agar mampu beradaptasi dengan budaya setempat," katanya.
Ia mengatakan, melalui pertemuan itu pihaknya akan lebih menekankan pada toleransi antarumat beragama, sehingga tercipta kedamaian dalam beribadah.
"Ini yang kami tekankan sehingga kerukunan antarumat maupun antaragama tercipta dalam kasih Tuhan," ujar Markus Fritz Manuhutu.
Pertemuan tersebut juga mendatangkan sejumlah pembicara antaragama, yaitu dari Parisada Hindu Dharma Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan lainnya.(*)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.