Ketika dihubungi di Negara, Senin, Wiaspada mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Depdagri soal kelengkapan alat tersebut, namun belum mendapatkan kepastian kapan akan datang.
"Kami hanya mendapatkan jawaban, alat-alatnya masih menunggu kiriman dari Amerika Serikat," katanya.
Menurutnya, untuk program E-KTP, pihaknya didampingi oleh rekanan yang juga bertindak selaku konsorsium termasuk untuk pengadaan alat-alatnya.
Karena sudah ditangani rekanan, Wiaspada mengaku, saat koordinasi dengan pemerintah pusat pihaknya mendapatkan jawaban bahwa peralatan E-KTP masih menunggu dari rekanan.
Ia mengungkapkan, untuk E-KTP ini ada koordinator-koordinator wilayah dari pusat bagi kabupaten/kota di Indonesia.
"Kami koordinasinya lewat koordinator di pusat tersebut, tapi katanya soal alat masih menunggu rekanan. Jadi pemerintah pusat pun masih menunggu juga," ujar Wiaspada.
Karena belum ada kejelasan kapan alat akan datang, Wiaspada juga tidak bisa memastikan kapan program E-KTP mulai diterapkan di Kabupaten Jembrana.
Saat ini beberapa alat memang sudah datang namun tidak lengkap, sehingga tidak bisa digunakan.
Sementara untuk kesiapan lokal, Wiaspada mengatakan, pihaknya sudah memenuhi semua permintaan konsorsium seperti penyiapan ruangan di masing-masing kecamatan termasuk dinas dan sumberdaya manusia.
"Database kependudukan kita juga sudah miliki karena Jembrana sejak lama sudah menerapkan sistem administrasi kependudukan," katanya.(**)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.