Gianyar, (Antaranews) - Ketua DPR Bambang Soesatyo, yang akrab dipanggil Bamsoet, mengatakan perlu perlusoliditas parlemen MIKTA (Meksiko,  Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia) guna menghadapi tantangan dunia saat ini.

"Kami melihat adanya tantangan dunia saat ini mulai dari  ancaman yang meningkat terhadap perdamaian dan keamanan global, ketidakpastian ekonomi, tantangan sosio-kultural dan degradasi lingkungan. Tantangan global ini membuat MIKTA perlu mengambil upaya kolektif yang lebih kuat melalui kemitraan yang inklusif," kata Bamsoet, di Gianyar, Minggu malam.

Ia mengatakan hal itu dalam penutupan pertemuan ke-4, para pimpinan parlemen negara  yang tergabung MIKTA,  15-17 September 2018 di Istana Kepresidenan, Tampak Siring, kabupaten Gianyar, Bali. Pertemuan tahun ini mengusung tema ‘Mewujudkan Perdamaian dan Kesejahteraan.

"Parlemen punya peran yang vital dalam menentukan nasib dan masa depan dunia. Peran Parlemen’ dimaksudkan untuk menggarisbawahi peran vital parlemen dalam memastikan kebijakan dan aksi dilakukan untuk perdamaian dan kesejahteraan rakyat," tambah ketua DPR RI itu.

Melalui forum ini, delegasi saling bertukar pikiran dan pandangan dalam berbagai isu seperti industri kreatif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif, menjaga perdamaian dan keamanan, memberdayakan PBB, Peran Perempuan dalam Perdamaian dan Keamanan serta kerja sama maritim untuk pertumbuhan dan kesejahteraan berkelanjutan.

Selain itu, pertemuan konsultatif  ini juga menyambut beragam inisiatif MIKTA untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di bawah koordinasi Indonesia seperti MIKTA Experts Meeting on Inclusive Digital Economy Hub dan MIKTA Start Up Fest. Selanjutnya, akan diselenggarakan pertemuan lanjutan yakni World Conference on Creative Economy pada November 2018 di Indonesia.

"Isu lain yang menjadi konsen yakni kurangnya kapasitas arsitektur global terutama PBB dan Dewan Keamanan dalam mengatasi masalah perdamaian dan keamanan yang muncul di berbagai belahan dunia. “Sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020, Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan tujuan MIKTA dalam memperkuat arsitektur PBB untuk perdamaian dan keamanan internasional,” ungkap Bamsoet saat membacakan pidato penutupannya.

Dalam kesempatan tersebut, Bamsoet menekankan pentingnya membangun sinergi antara pembangunan perdamaian dan pembangunan berkelanjutan sebagai alat memajukan perdamaian dan kesejahteraan global. Dalam hal ini, kerja sama antar parlemen adalah fundamental untuk mendukung sinergi tersebut, termasuk melalui penyelenggaraan "The 2nd World Parliamentary Forum on Sustainable Development (WPFSD)".

Isu tentang perlindungan dan partisipasi perempuan  juga menjadi poin yang menjadi konsen dalam pertemuan ini,  Bamsoet menjelaskan bahwa perempuan harus mampu menjadi agen perdamaian dan keamanan berkelanjutan.

“Kita juga menggarisbawahi pentingnya mewujudkan kerangka legislatif untuk tidak hanya melindungi dan mencegah perempuan menjadi korban konflik . Kita juga menegaskan kembali pentingnya meningkatkan partisipasi perempuan dalam pembangunan perdamaian dan penyelesaian konflik,” tukas Bamsoet.

Pertemuan para pimpinan parlemen MIKTA ini juga dihadiri oleh Ketua Parlemen Korea Selatan Moon Hee Sang, Wakil Ketua Parlemen Australia Sue Lines dan Wakil Ketua Parlemen Turki Mustafa Sentop. Dalam kesempatan ini,  Parlemen Meksiko tidak bisa hadir karena momentum pertemuan MIKTA yang bertepatan dengan pembentukan parlemen baru di Meksiko. Parlemen Meksiko diwakili oleh  Duta Besar Meksiko untuk Indonesia Armando Gonzalo Alvarez.

Sementara itu, tampak hadir Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Ketua BKSAP DPR  Nurhayati Ali Assegaf, Wakil Ketua BKSAP Fadel Muhammad dan Hasrul Azwar.

 



Pewarta: Adi Lazuardi
Editor : I Komang Suparta

COPYRIGHT © ANTARA 2026